Melupakan

Benih cinta untuk Andre ku kubur, bukan karena aku benci sapa dan rayunya. Tatapan sayu yang dalam menancap jauh ke hati. Bayang elok wajahnya selalu melenakan. Andre selalu menunjukkan simpatinya padaku.
"Des, dapet salam noh dari Andre." ujar kakak pulang sekolah.

Wajahnya terlihat tidak suka menatapku sekilas. Wajahnya menekuk, tas ia lempar begitu saja ke bangku tua yang setia menampung beban tuannya. Kakak tidak suka Andre, anak nakal bagi kakak, ia suka mabuk di usianya yang masih SD. Walau memang pintar dan tampan. Banyak wanita yang mengidolakannya. Karena aku mengidolakan kakak lebih dari Andre, maka aku percaya tiap perkataannya.

Sebenarnya bukan hanya karena propaganda kakak yang tiap hari ada saja keburukan Andre yang disampaikan. Hanya cukup lelah untuk menyulam rindu dan kembali disapa, lalu dengan mengejutkan itu menjadi nyata. Aku ingin melupakan Andre agar bebas dari kemampuan mistis yang akan mendukung kami bisa segera berjumpa.

Melupakan, aku harap dapat membuatku lebih kuat. Lepas dari jerat virus merah jambu yang melambungkan hasrat, dan aku tau semua setan akan mendukungku. Mencoba untuk melupakan tiap catatan kejadian yang akan terjadi esok hari, juga melupakan kisah cinta monyetku dengan makhluk yang menyanjung dan menjadikan bahagia sekaligus layaknya orang gila, yang tersenyum sendiri. Melupakan adalah rasa perih yang membahagiakan.

#30DWCjilid13 #Squad4 #Day16

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karya Anak

Lanjutan

Cipta Anak