Lanjutan
Lanjutan
Tinggal di Jakarta hanya untuk 7 tahun. Setelah itu bapak mengajak kami untuk pindah ke rumah yang lebih baik, rumah kami sendiri. Itu artinya aku harus meninggalkan teman-teman yang sudah seperti keluarga. Saat itu aku berada dalam masa yang suram. Sedih yang berkepanjangan, juga takut menghadapi situasi di tempat dan sekolah baru. Namun hal yang membuatku bergidik adalah kejadian itu sudah tergambar jelas di suatu mimpi.Aku hanya seperti mengalami dejavu.
*****
Bekasi, daerah yang menurutku gersang. Padahal masih tetangga Ibu Kota, namun bangunan sekolahnya berbeda jauh dari segi infrastruktur dan fasilitas untuk aku sebagai anak pinggiran Jakarta. Anak-anak seusiaku memiliki warna kulit lebih gelap, karena debu tebal menempel di tubuh-tubuh mereka. Bahasa yang menurutku norak, ihh aku amat tidak suka. Apalagi anak laki-laki di perumahanku,usil dan nakal bukan main. Tiap hari aku harus bertengkar atau kena usil kelakuan mereka yang menjengkelkan.
Rumah yang kami tempati cukup baik. Ibu menanami teras dengan pohon jambu dan pohon kelapa kuning. Bagian depan diberi pagar bambu yang pendek dengan pohon singkong ikut mendampingi sepanjang pagar. Bapak dan ibu amat lega sudah bisa menempati rumah sendiri. Tapi tidak denganku.
Aku ada pada masa yang suram dan sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga. Saat itu membuatku kembali banyak melamun, pernah ibu memergoki aku memegang foto hadiah teman-teman Jakarta, lalu menghiburku, namun aku terus saja membayangkan kenapa aku harus ada di sini.
Mungkin karena perasaan sedit dan kalut, tiap malam aku selalu ada dalam mimpi yang buruk. Itu kali pertama, ketika baru saja tertidur, badanku diangkat hingga langit-langit rumah, lalu seketika dihempaskan ke lantai, sontak aku terbangun. Hanya mimpi tapi seperti nyata, jantungku beradu, dan badanku terasa sakit. Atau pernah saat maaf tersadar lalu tiba-tiba berat, aku dijatuhkan ke dalam lubang yang tak berdasar, karena takut aku membaca Ayat Kursi, Al Ikhlas, Annas dan Al Falaq, tubuhku berat untuk diajak bangun hingga ku ulang-ulang doa, akhirnya terbangun juga.
bersambung..
#30DWCjilid13 #Squad4 #Day13
Komentar
Posting Komentar