Lanjutan
Selesai acara pengajian aku membantu ibu menggulung tikar dan merapihkan bekas-bekas sajian yang sedikit berserakan, bapak dan kakak mengangkat sofa dari teras kedalam. Pikiranku jalan-jalan ke bioskop tempat Airin dan teman-temannya. Aku juga sempat menatap lelaki sebaya yang tak ku kenal, menurut Airin ia ingin berkenalan denganku. Anak laki-laki bertubuh tinggi, badannya proporsional, memakai jaket navy dan celana jeans belel, kelihatannya anak baik-baik. Tak lama kemudian Ayah memanggil "Des, sini, " ujar Bapak yang sedang menyandarkan badannya di sofa dan melihatku merenung. " Iya pak, sebentar." aku berpura-pura semangat memenuhi panggilannya. "Lagi mikirin temen yang tadi ya?" Wajah bapak tidak terlihat marah, memang selalu begitu, berbicara selalu dengan senyum dan nada yang nyaman. "Kok tau." Jawabku seadanya, selalu mudah untuk berkata jujur pada bapak. "Emang bapak nggak pernah muda? " kini senyumnya lebih melebar. ...